Bimtek Strategi Penguatan Fiskal Daerah 2025 – Pasca Transfer ke Daerah
Strategi Baru Penguatan Fiskal Daerah Setelah TKD 2025
Pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan baru dalam mengelola fiskal secara berkelanjutan pasca skema Transfer ke Daerah (TKD) 2025 diberlakukan. Kebijakan ini membawa dinamika dalam pendanaan pembangunan, mendorong reformasi anggaran, dan menuntut efektivitas belanja daerah. Banyak daerah kini dituntut tidak hanya mampu menyerap dana, tetapi juga mengoptimalkannya agar memberi manfaat riil pada kesejahteraan publik.
Di tengah kompleksitas kebijakan baru, kapasitas fiskal daerah menjadi sorotan. Banyak daerah masih bergantung pada transfer pusat, dengan rasio fiscal effort dan tax ratio yang rendah. Oleh karena itu, strategi penguatan fiskal menjadi kebutuhan mendesak agar daerah tidak terjebak dalam ketergantungan struktural terhadap pemerintah pusat.
Sebagai respons terhadap urgensi tersebut, Bimtek Strategi Penguatan Fiskal Daerah 2025 hadir untuk membantu aparatur pemerintah daerah memahami arah kebijakan fiskal terbaru, menyusun strategi optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja publik.
Pelatihan ini difokuskan pada penguatan pemahaman atas instrumen fiskal, pengelolaan belanja berbasis kinerja, serta integrasi dengan sistem penganggaran seperti SIPD dan RKPD. Selain itu, peserta akan memperoleh pemutakhiran informasi regulasi, serta praktik terbaik dalam penguatan kapasitas fiskal dan fiskal netral.
Kemampuan daerah dalam menyusun strategi fiskal yang adaptif dan responsif akan menentukan keberhasilan dalam pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan literasi fiskal ASN, pejabat pengelola anggaran, hingga auditor internal mutlak diperlukan untuk menjawab tantangan era pasca-TKD 2025.
Melalui pelatihan Penguatan Fiskal Daerah 2025 ini, peserta tidak hanya memahami kebijakan makro, namun juga dilatih menyusun roadmap fiskal daerah, menganalisis risiko fiskal, dan merancang langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal di masa mendatang.
Dengan pendekatan teknokratis, pelatihan ini dirancang agar selaras dengan prioritas nasional dan agenda reformasi fiskal daerah. Pendekatan ini sejalan dengan semangat desentralisasi fiskal yang adil, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Bimtek Penguatan Fiskal Daerah 2025 ini juga memberi ruang diskusi interaktif antara peserta dan narasumber berpengalaman, agar solusi yang disusun dapat diaplikasikan langsung sesuai dengan karakteristik dan tantangan masing-masing daerah.
Tujuan Pelatihan Strategi Penguatan Fiskal Daerah 2025
- Memberikan pemahaman tentang arah kebijakan TKD 2025 dan dampaknya terhadap keuangan daerah
- Melatih penyusunan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang inovatif dan berkelanjutan
- Meningkatkan kapasitas perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja
- Mengidentifikasi potensi fiskal dan strategi fiskal netral
- Memahami regulasi dan mekanisme transfer fiskal terkini
- Memperkuat integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaporan keuangan daerah
- Mendorong kolaborasi lintas fungsi dalam penguatan fiskal
Materi Pokok Pelatihan Penguatan Fiskal Daerah 2025
- Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) 2025: Konsep dan Implikasi
- Strategi Meningkatkan Kemandirian Fiskal Daerah
- Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah: Tantangan dan Solusi
- Belanja Publik yang Efisien: Belanja Produktif dan Belanja Sosial
- Manajemen Risiko Fiskal dan Pengendalian Defisit
- Teknik Penyusunan Roadmap Fiskal Daerah Jangka Menengah
- Integrasi SIPD-RKPD-DPA untuk Akuntabilitas Fiskal
- Pemanfaatan Dana Insentif Daerah (DID) dan Transfer Khusus
- Strategi Penanganan Ketimpangan Fiskal Antarwilayah
- Inovasi Pendapatan Daerah dan Digitalisasi PAD
- Sinkronisasi Antara Perencanaan, Penganggaran, dan Pengawasan
Manfaat dan Langkah Implementasi Penguatan Fiskal Daerah 2025
- Penguatan kapasitas ASN dalam memahami kebijakan TKD 2025 secara komprehensif
- Identifikasi potensi pendapatan baru dan efisiensi belanja daerah
- Perbaikan struktur APBD agar lebih produktif dan berdampak
- Implementasi strategi fiskal berbasis data dan kebutuhan lokal
- Penguatan koordinasi antara Bappeda, BPKAD, dan OPD teknis lainnya
- Rekomendasi langkah strategis untuk penguatan fiskal jangka menengah
Narasumber dan Tenaga Ahli Penguatan Fiskal Daerah 2025
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman dari unsur:
- Kementerian Keuangan RI (Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan)
- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
- Akademisi bidang Ekonomi Fiskal dan Perencanaan Keuangan Daerah
- Praktisi kebijakan fiskal dan penganggaran daerah
Kesimpulan Penguatan Fiskal Daerah 2025
Dalam era pasca-TKD 2025, penguatan fiskal daerah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah daerah harus adaptif terhadap perubahan kebijakan, kreatif dalam menggali pendapatan, serta efisien dalam penggunaan anggaran. Melalui Bimtek Strategi Penguatan Fiskal Daerah ini, para pemangku kepentingan diajak memahami strategi, regulasi, hingga langkah implementatif dalam memperkuat ketahanan fiskal daerah.
Dengan partisipasi aktif dari ASN, bendahara, auditor, dan pejabat perencana daerah, pelatihan ini menjadi investasi strategis untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan dan mandiri secara fiskal.
Pertanyaan Umum (FAQ) terkait Penguatan Fiskal Daerah 2025
- Apa itu penguatan fiskal daerah pasca TKD 2025?
- Penguatan fiskal daerah pasca TKD 2025 adalah serangkaian strategi untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja setelah diberlakukannya kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) terbaru oleh pemerintah pusat.
- Siapa yang perlu mengikuti pelatihan ini?
- Pelatihan ini direkomendasikan untuk ASN, pejabat perencana keuangan, bendahara daerah, auditor internal, hingga kepala SKPD yang terlibat dalam perencanaan dan pengelolaan fiskal daerah.
- Apakah pelatihan ini relevan untuk daerah dengan PAD rendah?
- Sangat relevan. Justru daerah dengan PAD rendah sangat membutuhkan strategi peningkatan fiskal agar tidak terus bergantung pada transfer pusat.
- Apa output yang diharapkan dari peserta?
- Peserta diharapkan mampu menyusun strategi fiskal adaptif, memahami kebijakan fiskal terkini, dan mengimplementasikan perencanaan dan penganggaran berbasis hasil.
Sudah saatnya instansi Anda memperkuat kapabilitas dan tata kelola melalui peningkatan kompetensi yang terstruktur dan aplikatif. Melalui program Bimtek Strategi Penguatan Fiskal Daerah 2025 – Pasca Transfer ke Daerah, Lembaga Studi Manajemen Akuntansi dan Pemerintahan (LSMAP) menghadirkan solusi praktis dan strategis bagi pemerintah daerah, OPD, BLUD, hingga lembaga teknis lainnya untuk beradaptasi dengan era digital, akuntabilitas publik, dan tuntutan efisiensi layanan.
Setiap pelatihan dirancang berbasis kebutuhan nyata instansi, dilengkapi modul komprehensif, studi kasus, simulasi sistem, serta pendampingan langsung oleh tim ahli. Dengan pendekatan sistematis dan berbasis praktik terbaik, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tapi juga siap mengimplementasikan langsung di lingkungan kerja.
Kunjungi website resmi kami untuk informasi lebih lanjut. Jadilah bagian dari perubahan positif! Klik di sini untuk unduh jadwal lengkap https://www.bimtekpemerintah.info/download-jadwal/
✅ Biaya Bimtek Sebesar Rp. 4.500.000,- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) Sudah Termasuk Akomodasi Hotel 4 Hari 3 Malam
✅ Biaya Bimtek Non Akomodasi Hotel Rp. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
FASILITAS :
- Mendapat Pendidikan dan Pelatihan selama 2 hari
- Mendapat Tanda Peserta Bimtek
- Mendapat Tas Eksklusif
- Mendapat Konsumsi (Coffe Break 2x dan Lunch 2x)
- Mendapat Dinner 3x (bagi peserta yang menginap)
- Mendapat Kelengkapan Bimtek (Pena/Pensil, Note Book dan Makalah Bimtek )
- Mendapat Flasdisk 8 GB
- Mendapat Dokumentasi Kegiatan
- Antar Jemput Bandara – Khusus Grup Rombongan 8 Orang
- Mendapat Sertifikat Bimtek PUSDIKLAT LSMAP
Kami juga melayani permintaan kegiatan inhouse training atau outbound training didaerah dengan waktu, tempat dan materi yang disesuaikan berdasarkan permintaan dengan minimal 11-15 orang peserta. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: